UPB Puri Harmoni 8: Memenuhi Panggilan Hati di Tengah Pandemi

Wabah Covid-19 sungguh memberi dampak yang cukup luas. Tidak hanya dalam kehidupan sosial masyarakat, tapi juga ke sektor ekonomi. Banyak orang yang kehilangan mata pencaharian. Mereka harus rela ‘dirumahkan’. Pendapatan mereka menurun, bahkan ada yang tidak mendapatkan apa-apa sama sekali. Padahal, kebutuhan hidup tidak mengenal kata selesai.

Di tengah kesulitan yang terus menghimpit, kami sekumpulan warga biasa yang hidup di pelosok Kabupaten Bogor mencoba bangkit. Kami yakin, dibalik cobaan ini, ada jalan keluar yang Tuhan telah siapkan. Tinggal bagaimana kami tidak tinggal diam. Kami harus bergotong-royong, bersama-sama keluar dari kesulitan ini.

Setidaknya bila Tuhan memanggil kami karena wabah Covid, kami sudah berusaha melakukan yang terbaik.

Kami tinggal di sebuah perumahan Subsidi bernama Puri Harmoni 8. Mayoritas di antara kami adalah pekerja formal. Dan seperti yang sudah saya sampaikan di awal, banyak di antara kami yang terkena dampak ekonomi. Namun kami harus bersyukur pula, banyak di antara kami yang kondisi finansialnya masih stabil. Inilah yang kami coba lakukan, membuat suatu wadah berbagi untuk mereka yang ingin menyisihkan rezekinya terhadap para keluarga yang terkena dampak.

Tim ini kami beri nama UPB (Unit Penanggulangan Bencana), berdiri sejak awal April 2020. Berbagai aksi nyata telah kami lakukan, di antaranya:

1. Penampungan dan Penyaluran Donasi
Kami menghimbau kepada warga perumahan kami untuk berkenan menyisihkan sebagian rezekinya kepada warga terdampak. Banyak atau sedikit yang mereka berikan, akan sangat bermakna karena dikeluarkan secara bersama-sama. Alhamdulillah, kami telah melakukan 2 tahap penyaluran donasi. Yaitu pada awal Bulan Ramadhan dan pertengahan Ramadhan. Bentuk donasi yang kami salurkan antara lain berupa beras, indomie, minyak goreng, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya. Semua ini dari warga untuk warga.

2. Penerapan Protokol Physical Distancing
Kami bekerjasama dengan pihak Dewan Kemakmuran Musholla, mencoba memberikan rasa nyaman kepada jemaah untuk melakukan ibadah di tengah pandemi. Dan kami telah melakukan pada saat pelaksanaan Shalat Tarawih dan Shalat Idul Fitri. Kami mewajibkan para jemaah menggunakan masker dan membawa sajadah sendiri. Ketika sampai di musholla, kami harus mengukur suhu mereka terlebih dahulu dan mencuci tangan di tempat yang telah disediakan sebelum berwudhu. Saat shalat, kami menghimbau agar para jamaah menjaga jarak dan menghindari kontak secara langsung.
Dengan penerapan ini, para warga akan terbiasa menerapkan new normal di manapun berada terutama ketika sedang berada di luar rumah.

3. Penyemprotan Disinfektan Ke Seluruh Rumah
Di perumahan kami ada sekitar 1000 rumah dan 450 rumah yang telah ditempati. Dengan mendelegasikan perwakilan di masing-masing blok, kami membagi tugas untuk melakukan penyemprotan cairan disinfektan ke seluruh rumah. Penyemprotan disinfektan kami yakini dapat membunuh virus yang masih berkeliaran. Kami juga telah menyediakan mesin disinfektan otomatis di pintu masuk perumahan, berkat pemberian dari developer.

Kami akan selalu berusaha memberikan yang terbaik selagi kami masih memiliki daya dan upaya. Mengutip perkataan dari ketua UPB, Bapak Anton Budiono: “Mari tengok tetangga kanan kiri kita. Adakah yang untuk makan saja susah? Kalau bukan kita yang peduli siapa lagi?”

————————————————————–

Kami membuka kesempatan kepada bapak/ibu yang ingin mengulurkan tangan. Masih banyak para kepala keluarga, ibu rumah tangga, para janda, anak-anak kecil yang membutuhkan bantuan. Berapapun akan kami terima, baik uang maupun barang. Silakan menghubungi Ketua UPB Bapak Anton Budiyono di nomor 081287812300 atau Bapak Seha di nomor 085591168512. Nomor rekening donasi: . BCA 8830898256 a/n Anton Budiono.

Mari kita sama-sama berdoa, moga wabah ini segera berakhir dan kita dapat hidup normal seperti sedia kala.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *