Tahapan Pengajuan KPR Subsidi (Pengalaman Konsumen)

Halo semua! Ketemu lagi di blog ombagus.com. Kali ini om mau sharing tahapan pengajuan KPR subsidi. Memang udah banyak artikel yang membahas tahapan pengajuan KPR subsidi. Tapi kebanyakan dari sudut pandang bank, lembaga keuangan, developer, atau marketing. Nah kali ini, om mau sharing langkah pengajuan rumah subsidi dari pengalaman om sendiri, karena om baru saja mengajukan. Lalu apa aja sih yang harus kita ketahui dan kita lakukan untuk bisa mendapat program KPR subsidi?

Tahapan Pengajuan KPR Subsidi (Pengalaman Konsumen)
Contoh Rumah Subsidi Program Pemerintah

SEBELUM BERLANJUT, KITA HARUS TAU DULU, APA ITU KPR SUBSIDI?

Rumah Subsidi atau KPR Subsidi merupakan program dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia untuk pemilikan rumah yang ditujukan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan suku bunga rendah dan cicilan ringan untuk pembelian rumah sejahtera tapak dan rumah sejahtera susun.

SYARATNYA:

  • WNI berusia 21 tahun atau telah menikah
  • Usia pemohon tidak melebihi 65 tahun pada saat kredit jatuh tempo. Khusus peserta ASABRI yang mendapatkan rekomendasi dari YKPP, usia pemohon s.d. 80 tahun pada saat kredit jatuh tempo
  • Pemohon maupun pasangan (suami/isteri) tidak memiliki rumah dan belum pernah menerima subsidi pemerintah untuk pemilikan rumah. Dikecualikan 2 kali untuk TNI/Polri/PNS yang pindah tugas
  • Gaji/penghasilan pokok:
    • Minimal 3 juta dan maksimal 4 juta untuk Rumah Sejahtera Tapak (kalau gaji kamu lebih dari ini, beri keterangan saat penyerahan slip gaji bahwa maksimal gaji pokok adalah 4 juta, sisanya tunjangan)
    • Maksimal Rp 7 juta untuk Rumah Sejahtera Susun
  • Memiliki e-KTP dan terdaftar di Dukcapil
  • Memiliki masa kerja atau usaha minimal satu tahun
  • Bila bekerja, minimal 2 tahun bekerja (karyawan tetap) dan 3 tahun bekerja (karyawan kontrak)
  • Memiliki NPWP dan SPT Tahunan PPh orang pribadi sesuai perundang-undangan yang berlaku
  • Spesifikasi rumah sesuai dengan peraturan pemerintah
  • Memiliki rekam jejak yang baik dalam hal berurusan dengan bank.

Terus, kenapa kita harus ambil KPR subsidi, bukan KPR komersil?

Nah seperti yang sudah dijelaskan di atas, KPR subsidi merupakan program pemerintah untuk warganya yang ingin mengajukan, karena punya kelebihan memiliki suku bunga flat 5% sampai lunas/sesuai jangka waktu angsuran. Ini yang membedakan dengan KPR komersil, yang mana suku bunganya terus naik tiap 1 atau 2 tahun.

Selain itu, angsurannya pun lebih murah, mulai 900 ribuan per bulan dan tenor yang cukup panjang s/d 20 tahun.

Dokumen yang dibutuhkan:

  • Fotokopi KTP
  • Fotokopi Kartu Keluarga
  • Fotokopi NPWP
  • Fotokopi buku nikah bila sudah menikah
  • Pas foto 3 x 4
  • Slip gaji asli 3 bulan terakhir
  • Surat keterangan aktif bekerja (ditandatangani dan stempel dari HRD perusahaan)
  • Surat keterangan belum memiliki rumah dari lurah
  • Surat domisili bila tempat tinggal tidak sama dengan KTP (misal ngontrak atau tinggal di rumah mertua
  • Buku tabungan rekening bank yang bersangkutan
  • SPT tahunan
  • Mengisi form FLPP dan aplikasi KPR
  • Membawa materai 15 lembar

Cukup banyak ya syarat dokumennya?

Tentu saja, karena kita akan menikmati bantuan pemerintah, yang mana banyak kelebihannya seperti angsuran ringan dan suku bunga flat. Ibaratnya, kita ngontrak rumah dan 10-20 tahun kemudian sudah jadi milik sendiri. Tentu seleksi dari pemerintah dan perbankan cukup ketat.

Oke, sampai di sini, kalau kamu tertarik, dan persyaratan di atas cocok sama kamu atau bisa kamu penuhi, selanjutnya kamu bisa mengajukan KPR Subsidi. Nah agar pengajuan kamu diterima, dan rumah yang kamu beli sudah sesuai dengan kebutuhan kamu, ada beberapa tahapan pengajuan KPR subsidi berdasarkan pengalaman om sebagai konsumen.

 

1.Searching di Internet dan Sosial Media

Hal pertama dan utama, kamu harus mulai berselancar di sosial media dan internet untuk mencari info rumah rubsidi. Kalau kamu punya akun facebook, cari di kolom pencarian keyword “KPR Subsidi”, “rumah subsidi”, “jual rumah subsidi” atau kamu juga bisa menulis ‘rumah subsidi’ diikuti nama daerahmu. Misal karena om tinggal di Jabodetabek, maka om tulis ‘Rumah Subsidi Jabodetabek’. Setelah itu akan muncul grup-grup di mana penjual dan pembeli saling menawarkan dan mencari rumah subsidi. Nah, kamu bisa bergabung di grup tsb.

Kalau sudah bergabung, scroll ke bawah cari iklan penawaran rumah subsidi yang kamu minati, entah itu jaraknya dekat dengan lokasi kerja atau DPnya terjangkau. Karena meski angsuran relatif sama DP rumah subsidi beda-beda loh. Tergantung kedekatan dengan akses entah itu dekat dengan terminal, stasiun, jalan tol, atau fasilitas umum lainnya.

Selain scroll mencari postingan, kamu juga bisa membuat postingan dengan menuliskan kriteria rumah subsidi yang kamu cari dan sesuai budget kamu. Misal: “Info donk rumah subsidi yang dekat stasiun Tangerang dengan budget DP 10 juta all in.” Jangan kaget akan banyak marketing yang komen di postingan kamu dan menawarkan listingannya dengan lengkap seperti spesifikasi rumah, jarak dari stasiun berapa menit, dan total biaya. Kalau sudah banyak yang kasih pilihan, cukup pantau aja, dan hubungi yang menurut kamu cocok.

Selain facebook, kamu pun juga bisa cari dari platform lain dengan melakukan pencarian di google. Contoh, ‘Jual Rumah Subsidi Jabodetabek’. Maka akan muncul marketplace property yang bisa kamu kunjungi. Sebut saja olx.co.id, lamudi.co.id, atau rumah.com.

 

2. Tanya-tanya via Nomor yang tertera

Setelah kamu menemukan penawaran yang cocok dengan kriteria, kamu langsung bisa hubungi kontak yang tertera. Tanyakan apa yang ingin kamu tanyakan. Seperti jarak ke akses terdekat, syarat-syarat, dan spesifikasi bangunan. Biasanya, yang pertama kali ditanyakan oleh calon pembeli adalah “apakah rumahnya sudah ready atau indent”. Karena tentu saja pembeli punya kebutuhan untuk langsung menempati.

 

3. Survey Lokasi

Setelah menemukan 1 atau 2 perumahan yang cocok, kamu bisa melanjutkan dengan proses survey. Dengan survey langsung ke lokasi kamu bisa melihat apakah unitnya sudah ready atau masih indent. Banyak developer yang masih mencari pembeli dan setelah terkumpul sekian banyak barulah rumah akan dibangun. Membeli rumah subsidi yang masih indent biasanya mendapat keringanan di uang muka dan mendapat hadiah langsung. Tapi hati-hati, cek track record developer tsb apakah bisa dipercaya.

Kalau unitnya ready, ditambah semakin dekat lokasinya dengan fasilitas umum, pasti uang muka/DPnya sudah tinggi. Ini wajar, karena rumah siap untuk ditempati. Dan developer sudah keluar uang lebih dulu untuk membangun. Kalau kamu sudah siap dengan uang DP dan ingin segera huni, ya tidak ada salahnya untuk memilih yang unitnya ready. Tapi kalau tidak terburu-buru dan budget DP kamu terbatas, pilih yang indent. Semua tergantung kebutuhan dan kesanggupan kamu.

 

4. Belum cocok, survey lokasi lagi..

Survey merupakan proses paling penting dalam tahapan pengajuan KPR Subsidi. Karena, rumah merupakan investasi jangka panjang yang akan kita tempati seumur hidup dan bisa kita wariskan. Jadi, jangan terburu-buru dengan tawaran marketing untuk melakukan booking fee saat kamu proses survey. Asal kamu tau, om sampai survey 4 perumahan dengan rentang waktu selama 8 bulan. Artinya, saat di lokasi pertama om kurang cocok dari segi jarak dan ukuran bangunan, om survey lagi di lokasi kedua. Mau tau gimana ceritanya?

Di lokasi kedua, om survey lokasi yang jaraknya cukup dekat dengan stasiun. Sayang, pembangunannya masih lama dan bukan rumah subsidi. 2 bulan berikutnya, om kembali survey di lokasi ketiga, tidak jauh dari lokasi pertama. Lokasinya lebih dekat dan bangunan yang ditawarkan lengkap dengan dapur. Sayang, pembangunannya belum dilakukan, karena prioritas om yang sudah siap huni. Lanjut, om survey ke lokasi keempat, lokasinya lebih dekat dengan stasiun dibanding lokasi pertama dan ketiga. Tapi lagi-lagi, om harus menunggu setahun pembangunan. Dan tahu gak pada akhirnya om dapat di lokasi yang mana?

Om kembali di lokasi pertama, yang rumahnya sudah ready. Walaupun lokasinya agak jauh, om menjatuhkan pilihan di lokasi tsb. Dari 1.000 perumahan yang dibangun, 250 sudah diisi. Lingkungannya sudah cukup ramai. Apalagi waktu itu ada promo DP diskon 40%.

Tapi sekali lagi om mau tekankan, kamu ga harus terpaku dengan yang stocknya ready kalau tidak segera ditempati. Om sendiri sampai sekarang belum ditempati. wkwk. Selain DP untuk rumah ready stock cukup tinggi, antara 22 juta sampai 35 juta, toh rumah indent yang om survey kedua, ketiga, dan keempat saat ini sudah mulai ada progress pembangunan.

 

5. Tanyakan semua yang ingin kamu tanyakan, setelah cocok..

Setelah kamu sudah melanglang buana dengan melakukan survey, dan tibalah kamu di suatu pilihan, tanyakan semua hal yang membuat kamu penasaran. Bila perlu, saat kamu kembali ke kantor pemasaran untuk booking fee, tulis semua pertanyaan kamu dalam selembar kertas wkwk. Seperti, berapa lama proses berjalan (dari wawancara, akad, sampai serah terima kunci). Dan sederet pertanyaan lainnya, yang mana akan terlintas sendiri di benak kamu saat akan mengajukan rumah subsidi. wkwk

 

6. Lanjutkan dengan booking fee dan Siapkan Seluruh Dokumen

Booking fee dilakukan saat kamu sudah sangat yakin bahwa rumah tsb akan kamu beli. Setelah booking fee kamu bayarkan, kamu akan diminta untuk mengisi formulir pemesanan rumah dan menyiapkan seluruh dokumen persyaratan, yang mana dokumennya harus siap dalam waktu 2 minggu. Apa saja detail dokumennya bisa kamu lihat kembali di tulisan awal “Dokumen yang Dibutuhkan”.

 

7. Siapkan DP/Uang Muka

Tahap yang berhubungan dengan perbankan bagi pembeli adalah wawancara kemudian akad kredit. Kaitannya dengan uang muka, kalau uang muka belum lunas, kamu tetap bisa mengikuti wawancara. Tapi, kamu belum bisa lanjut akad kredit. So, lunasi dulu DPnya kalau ingin segera akad kredit. Karena setelah akad kredit berjalan, kamu sudah resmi bisa menempati rumah. Beberapa developer memberikan keringanan uang muka dapat diangsur 3-6 bulan, sesuai kemampuan pembeli.

 

8. Serahkan Seluruh Berkas dan Tunggu Panggilan Wawancara

2 minggu berlalu setelah kamu membayar booking fee dan menyiapkan berkas. Berkas tersebut harus diserahkan kepada developer bila sudah lengkap. Developer akan menyerahkan kepada pihak bank. Barulah setelah itu kamu akan dihubungi untuk proses wawancara. Jangka waktunya tidak selalu sama. Ada yang 1 minggu, 2 minggu, bahkan lebih dari itu.

 

9. Saat Proses Wawancara, jawab semua pertanyaan dengan mantap bahwa kamu layak menerima subsidi

Pertanyaan seputar wawancara lebih ke seputar pekerjaan, pendapatan, dan pengeluaran. Bank akan menilai, dari data yang kamu berikan, apakah kamu layak menerima program rumah subsidi. Kesanggupan pembayaran kamu juga akan ditanyakan, yang menentukan berapa tenor/durasi waktu cicilan. Apakah 10 tahun, 15 tahun, atau 20 tahun.

 

10. Keputusan Pengajuan

Setelah wawancara usai, kamu tinggal menunggu keputusan pihak bank apakah pengajuan kamu diterima atau tidak. Durasi nya pun tidak sama, bisa 1 minggu atau lebih. Bila disetujui, pemberitahuan bisa langsung kamu terima melalui SMS otomatis dari pihak bank, atau melalui SP3K yang ditunjukkan marketing developer.

Kaitannya bila pengajuan ditolak dan kamu sudah melunasi uang muka, kamu akan dihadapi dengan kebijakan developer. Ada developer dengan kebijakan bila akad ditolak booking fee hangus dan uang muka dikembalikan semuanya, ada yang bila uang muka hangus maka booking fee hangus dan uang muka dipotong 2 juta, sisanya dikembalikan. Sebelum kamu memutuskan untuk memilih, pelajari dulu kebijakan pengembalian oleh developer ybs. Yang lebih penting dari itu, pastikan BI checking kamu bagus (tidak ada riwayat gagal atau telat bayar dengan bank) agar pengajuan kamu diterima.

 

11. Akad Kredit

Saat kamu mendapat undangan akad kredit, kamu akan menghadapi serentetan proses di bank. Durasinya sekitar 4-6 jam. Jadi pastikan kamu sudah mengalokasikan waktu untuk cuti seandainya kamu bekerja. Kalau kamu sudah menikah, kamu harus mengajak istri/suami kamu untuk hadir pada saat akad kredit. Ini harus kamu antisipasi seandainya pasangan kamu sedang berada di luar kota. Dan ini yang om alami, istri om harus berangkat dari kampung H-2 sebelum akad kredit berlangsung.

Dalam proses akad kredit, akan ada lagi berkas yang kamu isi. Ditandatangani di depan pihak notaris dan pihak bank.

 

12. Serah Terima Kunci

Setelah berkas kamu dinyatakan sudah lengkap, pihak bank dan developer akan mengucapkan selamat bahwa proses sudah selesai dan kunci rumah bisa kamu ambil 1 pekan kemudian. Saat itulah rumah secara bertahap sudah mulai bisa kamu renovasi untuk kemudian ditempati.

 

13. Masa Garansi

Yang harus kamu tahu, ada masa garansi 100 hari setelah akad kredit untuk perbaikan rumah yang disediakan oleh developer. So kamu harus teliti ketika serah terima kunci, kamu harus mengecek rumah secara keseluruhan. Dari mulai tembok apakah ada yang retak, kaca apakah ada yang pecah, lampu apakah ada yang tidak menyala, atap apakah ada yang bocor, kunci pintu ada yang tidak berfungsi, dan lainnya. Waktu pengerjaannya tidak pasti, menyesuaikan jadwal perbaikan garansi oleh masing-masing vendor developer.

 

14. Renovasi dan Penempatan

Setelah masa garansi sudah dipenuhi, kamu bisa mulai merenovasi secara bertahap. Ingat ya, rumah subsidi belumlah layak dan belum bisa langsung ditempati. Sesuaikan dengan budget dan kemampuan kamu. Tidak usah dipaksakan harus full renovasi, yang penting sudah ada air dan bisa melindungi kamu sekeluarga dari panas dan hujan.

Tahapan Pengajuan KPR Subsidi (Pengalaman Konsumen)
Om sedang mampir ke rumah tetangga yang rumahnya sedang direnovasi

 

Penampakan rumah om sebelum direnovasi

 

Penampakan rumah om setelah direnovasi dan ditempati

15. Jangan lupa, bayar angsuran tepat waktu

Terakhir, karena kamu dan om adalah orang pilihan yang beruntung bisa menerima program rumah subsidi, maka jadilah orang bijak yang menunaikan kewajiban dengan membayar angsuran tepat waktu. Tidak apa-apa punya rumah dengan ukuran tanah 60 meter, yang penting kita sudah mandiri dengan menempati rumah sendiri.

Demikian artikel sharing tahapan pengajuan KPR Subsidi (pengalaman konsumen). Kalau kamu ada pertanyaan seputar tahapan pengajuan KPR subsidi, silakan tinggalkan komentar. Semoga kamu bisa mendapat rumah terbaik untuk kamu dan keluarga ya… 🙂

4 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *