Pengalaman Membuat Paspor via WhatsApp

pengalaman-membuat-paspor-via-whatsapp

Lama tidak berselancar di blog, akhirnya Om muncul lagi nih. hehe.

Berhubung om mau ada kebutuhan keluar negeri, om diharuskan untuk punya paspor sebagai dokumen wajib (walau ga tau mau ke mana dan kapan wkwk). Dan kali ini om akan share pengalaman membuat paspor via whatsapp. Kok via whatsapp sih om? Gak daftar online di Web Imigrasi atau Walk in langsung seperti kebanyakan orang?

Yups, sebelum om jawab, om mau cerita dulu ya.

Om domisili di Jakarta Selatan. So, om cari info di google tata cara pengajuan paspor. Ada yang online, dan ada yang offline. Cara pertama om daftar online di Antrian Imigrasi. Om harus buat akun dulu di sana. Setelah buat akun, om pilih Kantor Imigrasi terdekat, yaitu Imigrasi Pondok Pinang. Tapi sayang, antriannya sudah full sampai beberapa bulan ke depan. Om coba, di Kanim lain, hasilnya sama, sudah full. So om pastikan, om tidak bisa mendaftar online via antrian imigrasi.

lanjutt.. om mencoba daftar secara offline. Kebetulan ada temen yang pernah ke Singapura dan dia bikin paspornya walk in langsung ke Kanim terdekat. Tapi, ada tapinya looh.. jam 5 pagi sudah harus sampai di kanim untuk mendapat nomor antrian. okelah.. om coba datang jam 5. Dari rumah om jam 4.30, tepat jam 5 sampai tapi pas sampai di kanim, hasilnya…

MAAF, KAMI TIDAK LAGI MENERIMA PENDAFTARAN SECARA WALK IN. SILAKAN MENDAFTAR SECARA ONLINE DI ANTRIAN IMIGRASI.

Om pun lemes.. online gak bisa, offline juga gak bisa. om googling lagi, dan di sebuah forum, om menemukan info kalau daftar paspor bisa via WhatsApp, dan lokasinya harus di Kanim Kelas 1 Jakarta Pusat. Masa sih?

Okelah, om save dulu nomornya. Setelah itu om nanya sama adminnya:

Salam. Saya ingin daftar paspor online. Bagaimana prosedurnya? Saya sudah mencoba daftar via antrian online tapi sudah tidak available dan tadi pagi saya walk in di Kanim Jaksel tapi tidak menerima walk in lagi.

Gak sampai 1 detik, langsung ada balasan seperti ini:

 

paspor WA

Hahah.. ternyata itu bukan orang yang megang whatsappnya. tapi robot. semuanya udah otomatis.

Ada petunjuk-petunjuk yang harus diikuti:

#tgllayanan: untuk mengetahui tanggal layanan yang tersedia

#biaya: untuk mengetahui biaya pembuatan paspor

#persyaratan: untuk mengetahui persyaratan apa saja yang harus dibawa

dan kalau om mau mengajukan pendaftaran di Kanim Jaksel, om harus mengetik

#NAMA#TGLLAHIR#TGLLAYANAN

Contoh:

#Budi Utama#05081975#29092017

Akan muncul pesan baru yang mengharuskan om mengisi kode persetujuan dan kode booking.

Dan di tanggal yang telah ditentukan, om bisa langsung datang dengan membawa seluruh persyaratan.
1. PENGAJUAN PASPOR

PASTIKAN PERSYARATAN WAJIB ini kamu bawa ya:

-E-KTP atau surat pengganti E-KTP kalau belum jadi (saya E-KTP belum jadi, so pakai surat pengganti) Asli dan fotocopy

-Kartu Keluarga Asli dan fotocopy

-Akta Lahir atau Ijazah (saya pakai ijazah, karena akta lahir di kampung) Asli dan foto copy

Banyak yang bilang 3 syarat itu aja cukup. Mungkin iya, bagi mereka yang berdomisili di Kota di mana Kanim tersebut ada. Berhubung saya KTP Depok dan mengajukan di Kanim Jakpus, saya ditanyakan dokumen lain seperti ijazah SMA, SMP, SD, atau Buku Nikah. Berhubung yang saya bawa buku nikah, maka saya harus mengcopy buku nikah terlebih dahulu di koperasi samping ruang utama.

Kemudian saat ditanya aktivitas di Jakarta, saya menjawab bekerja di sebuah perusahaan. Saat itu diminta ID Card. Saya tidak punya. Untung saya sudah minta dibuatkan surat pengantar terlebih dahulu, jadi bisa pakai Surat pengantar.

So selain 3 dokumen wajib seperti:

– E-KTP atau Surat Pengganti E-KTP

-Kartu Keluarga

-Akta Lahir Atau Ijazah

Kamu juga harus menyiapkan dokumen lain seperti: ijazah SMA/SMP/SD/Buku Nikah dan Surat pengantar dari kantor jika kamu bekerja.

Tanggal yang om pilih adalah 3 Januari. Sampai di Kanim Jakpus om langsung menyerahkan kode booking ke petugasnya dan petugasnya kasih formulir yang harus om isi. Setelah formulir diisi, om harus membuat Surat Pernyataan Pembuatan Paspor Baru. Nah kamu bisa membelinya di koperasi seharga Rp 8.000,- sudah dengan materai dan suratnya sudah terketik. kamu cukup tulis nama, alamat, dan no KTP. Selanjutnya kalau sudah selesai kamu harus menggabungkan surat pernyataan yang baru kamu isi dengan formulir dan dokumen yang sudah kamu bawa untuk diserahkan ke petugas.

Setelah itu petugas akan mengecek, dan setelah lengkap, kamu akan mendapatkan nomor antrian wawancara untuk mengikuti tahap selanjutnya yaitu wawancara di lantai 2.

pengalaman-membuat-paspor-via-whatsapp-1

 

2. WAWANCARA

Om waktu itu mendapat nomor antrian 186, dan ketika om naik ke lantai 2 jam menunjukkan 11.15 dengan nomor antrian 90. Artinya 96 antrian lagi sampai tiba giliran om.

Om pun cari tempat duduk dan nunggu giliran. Om kira sebentar dari 1 antrian ke antrian berikutnya. ternyata lumayan lama. Om pun keluar gedung untuk makan siang dan shalat zuhur. setelah kembali lagi om masih harus menunggu. Hingga tiba giliran om untuk masuk pada jam 13.30.

Apa saja pertanyaan yang diajukan petugas?

Wawancara kemarin tergolong santai, intinya petugas ingin tau tujuan kita ke mana.

Jawab dengan yakin semua pertanyaan dari petugas. Karena salah satu unsur diterimanya paspor kita dilihat dari cara kita menjawab. Apakah tujuan kita jelas ke luar negeri dan tidak akan bikin masalah di sana ๐Ÿ˜€

Kalau nanti petugasnya tanya-tanya di luar itu seperti kerja di bagian apa, udah berapa lama kerja, atau apa statusnya (lajang/menikah) jawab aja ya, itu artinya dia sudah interested ngobrol sama kita. ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Wawancara sudah, selanjutnyaย  sesi foto di lokasi itu juga. Ga usah khawatir kalo kamu ga puas, karena petugas akan memperlihatkan hasil foto terlebih dahulu. Kalo kamu pengen foto lagi, tinggal bilang sama petugasnya.

Selesai, petugas memberi tanda terima sama om bahwa paspor bisa diambil 4-5 hari kerja setelah om melakukan pembayaran BESOK atau 1 hari setelah pengajuan. Om diberi kode nomor lagi dan nomor whatsapp. Melalui kode tsb, om harus kirim kode itu ke nomor whatsapp tadi untuk tau bagaimana status pembuatan paspor om. Metode pembayaran variatif, bisa transfer bang, ATM, atau internet banking. Om pun daftar via internet banking BCA. Jangan lupa ya untuk simpan, capture, dan print bukti pembayaran untuk dibawa saat pengambilan paspor.

 

3. PENGAMBILAN PASPOR

Tadi petugas bilang paspor bisa diambil maksimal 5 hari kerja setelah pembayaran.. Tapi kenyataannya, tau ga sih kamu berapa lama jadinya???

Besoknya hari Kamis tanggal 4 Januari, om sudah dapat notif WA bahwa om bisa mengambil paspor 1 hari setelah pesan diterima. Artinya, besok tanggal 5 Januari om sudah bisa balik lagi ke Kanim Jakpus. Om belum percaya, om pun tanya via admin @Kanim_Jakpus di twitter. Dia jawab ya sudah bisa diambil. Syarat yang harus dibawa adalah tunjukkan E-KTP Asli, bukti pembayaran, dan tanda terima. dan ketika om bawa dan sampai ke Kanim….. benar, Paspor om sudah jadi dan sudah bisa dibawa pulang.

Mudah, simpel, dan cepat kan?

Om sih berharap layanan paspor via whatsapp akan terus ada, karena sangat simpel dan tidak ribet. Tapi kan kebijakan imigrasi berbeda-beda tiap waktunya, mereka selalu mengupgrade layanan mereka.

So, bikin paspormu sekarang. Jangan tunggu nanti, entar ga jadi-jadi. Katanya pengen keliling dunia? ๐Ÿ˜€

Sekian sharing info dari om Pengalaman Membuat Paspor via WhatsApp, semoga bermanfaat…

 

 

 

 

 

6 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *