Bagaimana Proses Pencairan Dana via Western Union?

proses-pencairan-dana-via-western-union

Kali ini saya akan menshare bagaimana proses pencairan dana via Western Union. Baru saja saya mendapat transaksi dari Malaysia. Customer saya agak kesulitan melakukan transaksi antar bank, dan akhirnya dia menggunakan Western Union. Saya pun akhirnya menyetujui walau belum pernah sama sekali menggunakan Western Union.
Bagi yang buta sama sekali apa itu Western Union, mungkin akan merasa kesulitan. Sama seperti saya yang mencari info ke sana kemari entah itu bertanya kepada teman atau searching di google. Dan dari beberapa informasi tersebut, akhirnya saya mengunjungi tempat-tempat yang disarankan, seperti:

1. Kantor Pos

Saya mengunjungi sebuah kantor pos di dekat kantor tempat saya bekerja, tepatnya di wilayah Jakarta Barat. Ketika saya sampai dan bertanya kepada petugas apakah bisa menerima dana Western Union, dia menjawab bisa. Dia pun bertanya kembali KTP saya wilayah mana, saya menjawab Depok. Spontan petugas tersebut menjawab “Maaf mas tidak bisa”. Jujur saya tidak ada waktu untuk mencairkan dana di kantor pos Depok, karena saya beraktivitas di Jakarta, bukan di Depok.

2. Bank Mandiri

Saya pun beranjak dan mengunjungi Bank Mandiri, dari yang saya baca di google Bank Mandiri bisa mencairkan dana Western Union. Dan ketika sampai, saya diberi tahu oleh Satpam: “Maaf mas kami sudah lama tidak bekerja sama lagi dengan Western Union”. Saya bertanya di mana lagi bisa mencairkan dana? Dia menjawab bisa di My Bank dan JNE.

3. My Bank

Sampai di My Bank, pihak security menjawab bank ini bisa mencairkan dana Western Union. Namun karena jaringan sedang gangguan, dia menjawab tidak bisa melayani. Saat itu pukul 12.30 siang, saya bilang saya bersedia menunggu. Namun pihak My Bank memberi tahu bahwa jam 13.00 mereka akan tutup.

4. JNE

Saya pun melanjutkan ke JNE, tepatnya JNE Pusat di Tomang. Dari plang informasi di depan gedung terlihat jelas ada layanan WU. Ketika sampai di meja petugas Western Union, saya bertanya apakah bisa melakukan pencairan dana.

“Maaf mas, kami tidak bisa melayani penerimaan uang. Gerai kami hanya bisa mengirim.”

“Loh, kenapa ya?”

“Kami tidak punya deposit dana untuk proses pencairan. Karena gerai kami memang hanya diperuntukkan untuk mengirim uang saja. Secara prinsip seharusnya bisa, asalkan sudah ada customer yang kami layani di gerai dengan maksud mengirimkan uang. Tapi nyatanya sejak pagi belum ada customer yang datang.”

“Lalu di mana lagi ya saya bisa melakukan proses pencairan dana? Kantor pusat Western Union?”

“Saya tidak tahu di mana kantor lainnya. Yang saya tahu Western Union ada di sini.”

5. JNE (2)

Saya berlanjut ke kantor JNE yang tidak jauh dari kantor pusat. Seperti kantor sebelumnya, ada informasi/plank Western Union di depan kantornya. Ketika masuk, petugas mengatakan bahwa Western Union tidak bisa dilayani lagi.

Petugas Western Union di kantor JNE adalah terpisah, bukan dijaga oleh petugas JNE dan bukan milik JNE. Mungkin bermitra dengan Western Union sehingga pihak WU menaruh karyawan di kantor JNE.


5. Bank BRI

Setelah dari JNE, saya berlanjut ke Bank BRI. Karena sesuai informasi di google, Bank BRI juga melayani penerimaan uang di Western Union. Lokasinya tak jauh dari kantor JNE yang terakhir saya kunjungi. Saya bertanya kepada security, jawabnya juga sama, tidak bisa. Dia mengatakan hanya bisa di kantor cabang utama BRI, tidak bisa semua cabang bisa melayani.

6. Kantor Pos Besar

Sejak di Bank BRI tidak bisa, saya memilih menunda mencairkan dana, karena belum ada pencerahan di mana akan mencairkan. Beberapa hari kemudian, saya mencoba mengunjungi kantor pos, tapi kantor pos besar yang berada di Jakarta Barat. Saya mengisi formulir terlebih dahulu untuk selanjutnya mengikuti antrian.

Saya menyerahkan 2 dokumen, yaitu KTP dan SIM C.

Petugas: “Apa bapak punya dokumen lain?”

Saya: “Saya ada NPWP.”

Petugas: “Selain itu? Paspor apakah ada?”

Saya: “Tidak ada.”

Petugas: “Apakah ada E-KTP?”

Saya: “Sedang proses pembuatan bu”

Petugas: “Apakah ada resi pembuatan KTP-nya?”

Saya: “Tidak ada juga.”

Petugas: “Ya sudah tidak apa-apa SIM dan KTP. Tapi tolong difotocopy dulu ya di belakang kantor.”

Saya pun akhirnya mengcopy KTP dan SIM terlebih dahulu.

Setelah itu saya kembali lagi. Dia menginstruksikan untuk mencairkan dana di kantor pos sesuai KTP saja untuk ke depannya. Dan saat itu pengajuan pencairan saya disetujui.

 

Setelah proses yang panjang, akhirnya saya bisa mencairkan dana. Kalau bisanya cuma di kantor pos, buat apa ya saya keliling tapi gak ada yang bisa? 😀

Saya rekomendasikan untuk langsung ke kantor pos utama saja yang ada di tiap kota. Selain menerima, kantor pos utama juga bisa mengirim dana via Western Union.

Berikut kantor pos besar yang ada di Jakarta yang buka sampai malam dan bisa mencairkan dana Western Union.

kantor pos daan mogot jakarta barat

1. Kantor Pos Daan Mogot (Jakarta Barat)
Alamat:
Jalan Daan Mogot No 20, Grogol, Jakarta Barat, 11460
Jam Buka:
Senin – Minggu
Senin – Jumat:
07.00 – 23.00
Sabtu:
08.00 – 23.00
Minggu:
9.00 – 15.00

2.Kantor Pos Cikini (Jakarta Pusat)

Jalan Cikini Raya No. 3, Menteng, Jakarta Pusat, 10330
Jam Buka:
Senin – Sabtu
Senin – Jumat:
07.00 – 21.00
Sabtu:
08.00 – 11.30
Minggu:
Tutup
3. Kantor Pos Pemuda (Jakarta Timur)
Jalan Pemuda No 79, Pulo Gadung, Jakarta Timur, 13220
Jam Buka:
Senin – Minggu
Senin – Jumat:
07.30 – 21.00
Sabtu:
08.00 – 14.00
Minggu:
08.00 – 12.00
4. Kantor Pos Fatmawati (Jakarta Selatan)
Jl. RS. Fatmawati No. 10, Jakarta Selatan
Jam Buka:
Senin – Sabtu
Senin – Jumat:
07.00 – 21.00
Sabtu:
08.00 – 11.30
Minggu:
Tutup
5. Kantor Pos Tanjung Priok (Jakarta Utara)
 Jl. Swasembada Timur XI No. 37 Kebon Bawang Tanjung Priok
Jam Buka:
Senin – Sabtu
Senin – Jumat:
07.00 – 21.00
Sabtu:
08.00 – 11.30
Minggu:
Tutup
Demikian artikel bagaimana proses pencairan dana via western union. Semoga Anda tidak lagi kesulitan dalam mencairkan dana kiriman dari luar negeri 🙂

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *